Pompa ASI Manual dan Elektrik, Mana yang Lebih Baik?

Ada dua jenis pompa ASI yang digunakan untuk membantu mengeluarkan air susu yang belum lancar, yaitu manual dan elektrik. Pada dasarnya, fungsi keduanya adalah sama. Hanya saja teknik pemakaiannya yang berbeda. Berikut ini akan kami jelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis pompa. 
Google Images
Pompa ASI Manual
Pompa ini berbentuk seperti terompet yang bagian pangkalnya membulat. Ada ban berwarna merah di pangkal untuk memberikan tekanan. Sistem kerja pompa ini adalah meningkatkan daya hisap pada payudara, bukan memerah seperti saat perawatan payudara dengan tangan. 
Anda bisa membawa pompa Asi manual kemanapun perginya karena alatnya cukup kecil dan tidak membutuhkan bantuan listrik untuk melakukannya. Asal dibersihkan setiap waktu, pompa ini aman digunakan. Hanya saja, ibu harus lelah memompa karena tekanannya harus didorong dengan tangan ibu. 


Pompa ASI Elektrik
Sama halnya dengan pompa manual, hanya saja ada aliran listrik yang menciptakan tekanan pada payudara secara otomatis. Dengan tekanan tersebut. Maka tangan ibu tidak perlu lagi kecapekan, bahkan bisa dilakukan sambil membaca buku atau menjawab sms. Nah, cukup praktis, bukan?
Pompa Asi elektrik ada yang modelnya ganda, yaitu langsung digunakan untuk payudara kanan dan kiri sekaligus. Pompa ini sangat praktis dan lebih menghemat waktu Anda. Bagi ibu-ibu yang punya jam kerja tinggi, menggunakan pompa Asi elektrik ini tentu sangat membantu.
Sayangnya, pompa Asi tidak mungkin digunakan kalau listrik sedang padam. Jadi, ibu akan kesulitan untuk mengeluarkan Asi-nya. Apalagi kalau sudah terbiasa menggunakan pompa, maka akan menyebabkan produksi Asi berlebih di dalam payudara. 
Oleh karenanya, sebaiknya jangan membuat diri Anda bergantung pada pompa Asi. Menggunakannya boleh saja, tapi juga harus rajin menyusui buah hati secara langsung. Selain menimbulkan dampak psikologis, Asi segar yang diminum langsung oleh bayi juga terjaga kebersihannya. Kalau ASI masih kurang lancar, coba biasakan menggunakan pijatan tangan agar semua kelenjar payudara ikut terdorong mengeluarkan ASI, bukan hanya bagian ujungnya saja.

0 Response to "Pompa ASI Manual dan Elektrik, Mana yang Lebih Baik?"

Posting Komentar